Senin, 02 Januari 2012

PRODUK





PRODUK
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen

Arti Produk Bagi Konsumen
Produk – produk  yang di konsumsi untuk kepentingan konsumen (akhir) dan keluarganya sendiri .
Pendekatan Penggolongan Produk
Salah satu strategi untuk menentukan jadwal produksi adalah membuat penggolongan produk. Pada umumnya penggolongan produk dibagi 3, yaitu:
1.     Fast moving
2.     Medium moving
3.     Slow moving
Penggolongan produk di atas mengacu pada tingkat pergerakan tiap produk yang dievaluasi pada kurun waktu tertentu, misalnya setiap 6 bulan sekali. Dengan evaluasi berkala itu maka kita akan tahu produk-produk apa saja yang frekuensi permintaannya tinggi dalam kurun waktu 6 bulan.
Misalnya rata-rata hasil produksi produk X dalam 6 bulan terakhir adalah 2.000 pcs, produk Y 500 pcs dan produk Z 50 pcs. Dari angka tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa produk X (fast), produk Y (medium) dan produk Z (slow).
Setelah penggolongan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mengurutkan ketersediaan stok ketiga produk tersebut di gudang in proses atau gudang finish good. Produk yang menjadi prioritas produksi adalah yang kuantitas stok dibawah buffer stok yang telah ditetapkan.
Namun demikian jika buffer stok produk x, y dan z sama-sama berada di bawah jumlah buffer yang ditetapkan, kita sebaiknya mendahulukan produk x karena produk tersebut termasuk fast moving.

Konsep Barang dan Jasa
Setiap produsen menginginkan barang dan jasa yang
diproduksi dapat segera sampai ketangan konsumen. Mekanisme yang
dilakukan adalah melalui pasar, yakni tempat pertemuan penawaran
dan permintaan yang akan menyebabkan terjadinya harga. Pada
situasi perekonomian zaman dulu dikenal dengan istilah economics of
scarcity dimana saat itu jumlah barang kebutuhan yang dihasilkan
masih belum begitu banyak dan jarang (scare) maka setiap barang
yang diproduksi selalu terserap di pasar. Peranan pasar pada situasi
tersebut adalah sebatas tempat menjual. Situasi demikian ini dikenal
dengan istilah seller’s market, artinya pasar milik penjual/ produsen
karena setiap barang yang dihasilkan selalu laku terjual. Para penjual
berkuasa dan dapat mempermainkan pasar. Adanya revolusi industri di
Inggris menimbulkan berbagai penemuan baru dalam teknik produksi
yang dapat menghasilkan barang dan jasa secara besar-besaran.
Kecenderungan produsen adalah membuat barang sebanyak -
banyaknya tanpa memperhatikan konsumen, yang pada gilirannya
pasar dibanjiri oleh barang- barang tersebut. Situasi seperti ini dikenal
dengan istilah economics of relative plenty yakni barang-barang
kebutuhan relatif banyak dibanding dengan konsumen yang
memerlukan. Kondisi seperti itu semakin meruncing dan persaingan
antar produsen semakin ketat guna mendapatkan bagian pasarnya.
Keadaan seperti ini disebut buyer’s market artinya pasar milik
konsumen.

Strategi Pemasaran Produk Konsumen dan Produk Industrial
Pemasaran Industri berbeda arti dan fungsinya kalau dibandingkan dengan pemasaran konsumsi. Pemasaran ini khusus memperbincangkan langkah-langkah dan strategi yang akan digunakan perusahaan industri untuk memasarkan produk industrinya.
Produk industri artinya adalah produk yang digunakan untuk proses produksi selanjutnya dan belum dapat dikonsumsi .Misalnya bahan baku, komponen-komponen produk industri, mesin-mesin, komponen-komponen mesin dan lain-lain. Sedangkan produk konsumsi adalah produk yang sudah siap untuk dikonsumsi para pembeli.
Selama ini, pemasaran industri sering dianggap sama dengan pemasaran konsumsi. Tetapi kalau kita telusuri lebih dalam ternyata kedua pemasaran ini mempunyai perbedaan tertentu, terutama didalam strategi pemasaran. Pemasaran industri sifatnya dinamis dan penuh dengan tantangan. Oleh karena itu, negara-negara maju sangat mengharapkan tenaga-tenaga ahli pemasaran industri yang ahli dan ulet untuk menghadapi persaingan di pasar.
Inti perbedaanya adalah :
- Industrial products : bring products to customer (personal selling is the key)
- Consumer product : bring customer to product (advertising is the key)


Pengelolahan Produk Melalui Daur Hidup Produk
Perkembangan teknologi dan perkembangan kebutuhan manusia atas berbagai jenis barang dan jasa selalu mengakibatkan perkembangan atas jumlah dan barang dan jasa yang memasuki pasar.Perkembangn jumlah dan jenis barang atau jasa ini juga diikuti oleh perkembangn manfaat atau kegunaan yang ditunjukan oleh semakin beraneka ragamnya barang dan jasa tesebut.
Barang – barang dan jasa – jasa sepuluh tahun yang lalu masih merupakanbarang yang paling baik , paling berguna dan paling mutakhir ,sebagian beasr padasaat ini sudah menjadi barang – barang biasa , barang – barang tua ,atau barang –barang yang dipandang ketinggalan zaman .Ini adalah salah
satu hal yangmebutuhkan perhatian para pengelolaperusahaan – perusahaan pengolahan .Denganperubahan – perubahan tersebut maka untuk tetap bertahan saja ,dan belum menjadiunggul dan bukan yang paling mutakhir ,setiap barang dan jasa haruslah selaluberkembang

Perkembangan ini tentu saja akan semakin dibutuhkan apabila barang – barangdan jasa – jasa yang bersangkutan diinginkan untuk tetap unggul dipasar.Ini berartibahwa persoalan utama yang harus selalu diperhatikan adalah bahwa setiapperusahaan harus selalu berusaha untuk menciptakan sesuatu yang baru,meninggalkan barang – barang yang sudah lama dan sudah ketinggalan zaman,ataupun memperbaiki dan menyempurnakan barang – barang dan jasa – jasa yang saat ini sedang dipasarkan .Tentu saja keberhasilan suatu perusahaan untuk melaksanakan hal – hal tersebut bergantung pada perncanaan dan pelaksanaan.
Selanjutnya dengan adanya daur hidup ( life cycle ) barang dan jasa dimanapada saatnya setiap barang dan jasa akan mengalami masa kedewasaan dan kemudiankemerosatan dipasar ,maka cara operasi dan produksi haruslah tetap berkembanguntuk dapat bertahan.Artinya bahwa setiap tahap pada daur hidupbarang dan jasatidak boleh lepas dari perencanaan ,pengorganisasian ,penelaahan ,dan pengawasanatau pengendaliaan .
Tahap – tahap daur hidup suatu produk adalah sebagai berikut :
1.Perencanaan barang ( planning )
2.Pengenalan ( introduction )
3.Pertumbuhan ( growth )
4.Kematangan ( maturity )
5.Kemerosotan ( decline )

Pengelolahan Bauran Produk
Bauran produk adalah sejumlah item produk yang di tawarkan penjual kepada pembeli.dapat juga dikatakan bahwa bauran produk adalah sekumpulan line produk yang di kelola oleh sebuah perusahaan (dengan catatan bahwa perusahaan memiliki beberapa line produk).
Kalau perusahaan memiliki beberapa line produk, maka manajemen bauran produk berada dibawah direktur pemasaran atau manajer umum pemasaran. Di bawahnya ada manajer line produk , dibawahnya lagi ada manajer produk ataupun manajer merek.
Seorag direktur pemasaran perlu memahami luas, panjang, kedalaman, konsistensi bauran pemasaran :
  • Lebar (breadth) dari produk mix adalah banyaknya jajaran produk yang dihasilkan dan di jual kepasar
  • Dalam (Depth) dari produk mix adalah banyak variasi produk pada masing-masing jajaran produk
  • Panjang (length) dari produk mix adalah jumlah keseluruhan unsure produk yang ditawarkan. Rata rata panjang dari produk mix adalah jumlah unsure produk dibagi dengan jumlah lebar dari produk mix.
  • Konsistensi
Keempat dimensi bauran produk memberikan alternative strategi berkenaan dengan pengelolaan bauran produk. Perusahaan dapat memanfaatkan peluang pasar.beberapa strategiprodukk mix adalah
  • Ekstensif dengan jajaran penuh
  • Intensif dengan jajaran terbatas
  • Jajaran produk yang selektif
  • Perusahaan produk tunggal
Perusahaan dapat meningkatkan bisnis dengan empat cara yaitu
  • Menambah line produk baru
  • Memperpanjang setiap line produk
  • Menambah variasi unruk setiap line produk/ menambah kedalaman line produk

Mengapa Pengembangan Produk Baru
Pengembangan produk baru atau menciptakan produk baru merupakan tugas yang sering terlupakan. Pada saat salah satu ataupun beberapa produk yang sedang dipasarkan itu berada pada tahap “kedewasaan” , maka pengusaha haruslah mulai memanfaatkan keuntungan yan g diperolehnya dari produk yang berada pada tahap tersebut untuk mengembangkan ide penciptaan produk baru. Produk baru inilah yang diharapkan nantinya dapat menggantikan produk lama yang sedang jaya tersebut.

Penciptaan produk baru ini meliputi 3 hal
- produk yang sama sekali baru
- perubahan desain (redesaign) dan
- pembungkusan (packaging)
Strategi pengembangan produk baru dalam hal ini ada dua cara yang dapat ditempuh
1.     membeli suatu perusahaan atau suatu hak paten ataupun lisensi
2.     mengembangan produk baru
Dalam hal ini akan kita pusatkan pada cara kedua yaitu mengambangkan produk baru. Produk baru dapat diartikan sebagai berikut :
- produk asli yaitu betul-betul produk baru
- produk yang disempurnakan
- produk yang dimodifikasi
- produk dengan merk baru

Pengertian Produk Baru
Menurut Simamora dalam Sinta (2004), produk baru merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya berbeda dari yang telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan produk baru (new product development) adalah proses pencarian gagasan untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini produk  yang berhasil secara komersial.
Produk baru mencakup dari produk baru di dunia (new-to-the-world products) yang menciptakan pasar yang baru, pengembangan minor pada produk, maupun revisi pada produk yang ada (Kotler, 2009). Booz, Allen & Hamilton dalam Kotler (2000) mengidentifikasi bahwa terdapat enam kategori produk baru, yaitu:


(1) produk baru dengan penciptaan pasar yang baru (new to the world products),
(2) produk baru dengan pertama kali memasuki pasar yang sudah ada untuk produk semacam (new product lines),
(3) produk baru hasil modifikasi produk lama (additions to existing product lines),
(4) produk baru untuk menggantikan produk yang ada untuk meningkatkan kinerja dan nilai (improvements and revisions to existing products),
(5) produk yang ada yang ditargetkan untuk pasar baru atau segmen baru (repositionings),
(6) produk baru dengan harga lebih rendah (cost reductions).
Menurut Cooper (2001), dua kategori produk baru yang paling populer di kalangan perusahaan adalah lini produk baru (new product lines) dan perbaikan pada produk yang sudah ada (improvements in revisions to existing products). Produk yang baru bagi dunia (new products to the world) dan lini produk baru bagi perusahaan (new product lines) hanya berkontribusi 30% dari semua produk yang dipasarkan, tetapi merepresentasikan 60% sebagai produk yang dipandang paling berhasil.

Pengendalian Pengembangan Produk

Di era globalisasi yang semakin kompetitif sekarang ini, setiap perilaku
bisnis yang ingin memenangkan persaingan akan memberikan perhatian penuh
terhadap pengembangan produk dan kualitas produk. Dalam dunia industri,
pengembangan produk dan pengendalian mutu atau kualitas produk yang
dihasilkan merupakan faktor terpenting yang membawa keberhasilan bisnis,
dan peningkatan posisi bersaing. Perhatian penuh terhadap kualitas akan
memberikan dampak langsung kepada perusahaan yang berupa kepuasan
Industri yang menghasilkan barang dan jasa harus dapat menghasilkan
suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Suatu prinsip utama
pembelian adalah makin meningkatkan dominasi (penguasaan) pasar nasional
dan internasional. Pembeli, baik itu konsumen individual, perusahaan industri,
atau badan pemerintah, sekarang semakin menekankan  kepuasan pelanggan
yang mereka cari untuk barang yang mereka bayar, dengan konsentrasi baru
pada ekonomi produk dan jasa terbaik, keamanan, kemampuan untuk melayani
dan keterandalan. Kehati-hatian dalam membeli semakin meningkat,
khususnya untuk perusahaan-perusahaan industri dan terlebih lagi untuk para
konsumen
Tinggi rendahnya kepuasan konsumen disebabkan oleh  dua faktor
utama yaitu faktor intern dan ekstern perusahaan. Faktor intern perusahaan
antara lain turunnya kualitas produk, pengembangan  produk, pelayanan
konsumen dan sebagainya sehingga konsumen mengalami kejenuhan atau
turunnya nilai produk di pasaran. Faktor ekstern terjadi karena di luar
jangkauan seperti adanya perubahan selera konsumen, kebijaksanaan
pemerintah, munculnya barang pengganti dan masuknya pesaing baru.
Setiap usaha dalam persaingan tinggi selalu berkompetisi dengan
industri yang sejenis. Agar bisa memenangkan kompetisi, pelaku
bisnis harus memberikan perhatian penuh terhadap kualitas produk.
Perhatian pada kualitas memberikan dampak positif kepada bisnis
melalui dua cara yaitu dampak terhadap biaya –biaya produksi dan
dampak terhadap pendapatan (Gaspersz, 2005:3)

Pengembangan produk dan pengendalian kualitas yang  dilakukan di
perusahaan meliputi pengembangan industri tersebut  untuk lebih maju tidak
hanya memproduksi atau membuat satu produk saja akan tetapi juga akan
merilis memproduksi produk-produk lainya. Serta pengendalian kualitas
terhadap bahan baku, pengendalian kualitas selama proses produksi dan
pengendalian kualitas hasil akhir.
Pengendalian kualitas merupakan teknik dan manajemen, mengukur
karakteristik kualitas dari output (barang dan jasa) kemudian membandingkan
hasil pengukuran itu dengan spesifikasi output yang diinginkan pengguna,
serta mengambil tindakan perbaikan yang tepat apabila ditemukan perbedaan
antara performasi aktual dan standar. Dalam mengendalikan proses kita
berusaha menyelidiki dengan cepat bila terjadi gangguan proses dan tindakan
pembetulan dapat segera dilakukan sebelum terlalu banyak unit yang tak 3
sesuai (cacat), dan semua ini dilakukan agar kepuasan konsumen terpenuhi
serta tidak terkecuali bagi perusahaan agar dapat memprediksi anggaran dasar
perusahaan.
Dampak terhadap biaya produksi terjadi melalui proses pembuatan
produk yang memiliki derajat konformasi yang tinggi terhadap standar-standar
sehingga bebas dari tingkat kerusakan yang mungkin terjadi. Dampak terhadap
peningkatan pendapatan terjadi melalui peningkatan  penjualan atas produk
yang berkualitas yang berharga tinggi.


Salah satu tujuan perusahaan adalah meningkatkan laba terutama dari
kegiatan operasinya. Oleh karena itu, manajer perusahaan dalam mengambil
keputusan-keputusannya ditujukan untuk meningkatkan laba. Strategi bisnis
untuk meningkatkan keunggulan bersaing dapat dilakukan melalui usaha
peningkatan kualitas.
Perusahaan yang menjadikan kualitas sebagai alat strategi akan
mempunyai keunggulan bersaing terhadap kompetitornya dalam menguasai
pasar karena tidak semua perusahaan mampu mencapai  superioritas kualitas.
Dalam hal ini perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk dengan kualitas
tinggi, harga rendah, proses dan pengiriman dapat tepat waktu. Proses
produksi yang memperhatikan kualitas akan menghasilkan produk yang bebas
dari kerusakan. Hal ini dapat menghindarkan adanya  pemborosan dan
inefisensi sehingga biaya produksi per unit dappat ditekan dan harga produk
dapat menjadi lebih kompetitif. 4
Langkah dalam pelaksanaan pengendalian kualitas adalah menentukan
perencanaan yang tepat sebelum produksi, ditambah dengan realitas
standarisasi produk, terutama dalam peningkatan kualitas. Terdapat hubungan
erat antara kualitas produk, kepuasan pelanggan atau konsumen dan
profatibilitas perusahaan.




Semakin tinggi kualitas semakin tinggi kepuasan pelanggan dan
sebaliknya semakin rendah kealitas semkian rendah kepuasan
pelanggan dan dalam hal ini mendukung harga lebih tinggi, serta
biaya lebih rendah. Oleh karena itu program peningkatan kualitas atau
QIPs (Quality Improvement Programs) biasanya meningkatkan
profitabilitas perusahaan (Philip Kotler, 2008:67).
Dengan demikian apabila suatu perusahaan hendak menentukan
kualitas suatu produk atau membuat produk yang berkualitas tinggi maka
harus memperhatikan 3 faktor yaitu biaya produksi,  fungsi produksi, dan
wujud luar produk. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berpengaruh pada
harga jual produk menjadi mahal. Fungsi produksi yang bermutu adalah yang
sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sehingga produk dapat difungsikan
secara maksimal oleh konsumen. Wujud luar atau model atau kemasan produk
sangat mempengaruhi keputusan konsumen sebelum mereka memakai produk
tersebut.
Kualitas didefinisikan sebagai totalitas dari karakteristik suatu produk
yang menunjang kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang
dispesifikasikan atau ditetapkan, guna meningkatkan kepuasan
pelanggan internal maupun eksternal (Gaspersz, 2005:5).




Berdasarkan pengertian dasar tentang kualitas tersebut, tampak bahwa
kualitas selalu berfokus pada pelanggan  (customer focused guality). Kualitas
dalam pengendalian proses statistik adalah bagaimana baiknya suatu output 5
(barang dan jasa) itu memenuhi spesifikasi dan toleransi yang ditetapkan oleh
bagian desain dari perusahaan tersebut.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar