Senin, 02 Januari 2012

PERILAKU KONSUMEN




PERILAKU KONSUMEN
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
A.    Faktor yang mempengaruhi keputusan pembeli :

1.       Faktor Sosial
a. Group
 Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil.   Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).

c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).








2. Faktor Personal

a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).

b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)

c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).

d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)

e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).






3. Faktor Psychological

a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).

b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).

c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).

d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).





4. Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).

a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).

b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132)
B. Berbagai macam situsi pembelian
Jumlah dan kompleksitas kegiatan konsumen dalam pembeliannya dapat berbeda-beda. Menurut Howard, pembelian konsumen dapat ditinjau sebagai kegiatan penyelesaian suatu masalah, dan terdapat tiga macam situasi:
1.      Perilaku Responsi Rutin
 Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang       berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.
2.       Penyelesaian Masalah Terbatas
Pembelian yang lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli
3.       Penyelesaian Masalah Ekstensif
Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya









C. Struktur Keputusan Pembelian
  1.      Keputusan tentang jenis produk
  Konsumen dapat mengambil keputusan untuk membeli sebuah radio atau kan   uangnya untuk tujuan lain. Dalam hal ini perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada orang-orang yang berminat membeli radio serta alternatif lain yang mereka pertimbangkan.

2.      Keputusan tentang bentuk produk
Konsumen  dapat mengambil keputusan untuk membeli bentuk radio tertentu. Keputusan tersebut menyangkut pula ukuran, mutu suara, corak dan sebagainya. Dalam hal ini perusahaan harus melakukan riset pemasaran untuk mengetahui kesukaan konsumen tentang produk bersangkutan agar dapat memaksimalkan daya tarik merknya.

3.Keputusan tentang merk

Konsumen harus mengambil keputusan tentang merk mana yang akan dibeli. Setiap merk memiliki perbedaan-perbedaan tersendiri. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui bagaimana konsumen memilih sebuah merk.

4.      Keputusan Tentang Penjualnya

Konsumen harus mengambil keputusan di mana radio tersebut akan dibeli, apakah pada toko serba ada, toko alat-alat listrik, toko khusus radio, atau toko lain. Dalam hal ini, produsen, pedagang besar, dan pengecer harus mengetahui bagaimana konsumen memilih penjual tertentu.

5.      Keputusan tentang jumlah produk

Konsumen dapat mengambil keputusan tentang seberapa banyak produk yang akan dibelinya pada suatu saat. Pembelian yang dilakukan mungkin lebih dari satu unit. Dalam hal ini perusahaan harus mempersiapkan banyak produk sesuai dengan keinginan yang berbeda-beda dari para pembeli.

6.      Keputusan tentang waktu pembelian

Konsumen dapat mengambil keputusan tentang kapan ia harus melakukan pembelian. Masalah ini akan menyangkut tersedianya uang untuk membeli radio. Oleh karena itu perusahaan harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam penentuan waktu pembelian. Dengan demikian perusahaan dapat mengatur waktu produksi dan kegiatan pemasarannya.



7.      Keputusan tentang cara pembayaran

Konsumen harus mengambil keputusan tentang metode atau cara pembayaran produk yang dibeli, apakah secara tunai atau dengan cicilan. Keputusan tersebut akan mempengaruhi keputusan tentang penjual dan jumlah pembeliannya. Dalam hal ini perusahaan harus mengetahui keinginan pembeli terhadap cara pembayarannya.


D. Tahap-Tahap dalam Proses Pembelian
 a.     Menganalisa Keinginan dan Kebutuhan
Penganalisaan keinginan dan kebutuhan ini ditujukan terutama untuk mengetahui   adanya keinginan dan kebutuhan yang belum terpenuhi  atau terpuaskan.
a.       Menilai Sumber-sumber
Tahap kedua dalam proses pembelian ini sangat berkaitan dengan lamanya waktu dan jumlah uang yang tersedia untuk membeli. 

b.      Tujuan Pembelian

Tahap ketika konsumen memutuskan untuk tujuan apa pembelian dilakukan, tergantung pada jenis produk dan kebutuhannya.

c.        Mengidentifikasikan Alternatif Pembelian

Tahap ketika konsumen mulai  mengidentifikasikan berbagai alternatif pembelian.

d.        Keputusan Membeli
Tahap ketika konsumen mengambil keputusan apakah membeli atau tidak. Jika bahwa keputusan yang diambil adalah membeli, maka pembeli akan menjumpai serangkaian keputusan menyangkut jenis produk, bentuk produk, merk, penjual, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayarannya.

e.       Perilaku Sesudah Pembelian
Tahap terakhir yaitu ketika konsumen sudah melakukan pembelian terhadap produk tertentu.



E. Perilaku Pembeli Industrial
  •      Perilaku Responsi Rutin
         Jenis perilaku pembelian yang paling sederhana terdapat dalam suatu pembelian yang  berharga murah dan sering dilakukan. Dalam hal ini pembeli sudah memahami merk-mek beserta atributnya.

  • Penyesalan Masalah Terbatas
          Pembelian yang  lebih kompleks dimana pemeli tidak mengetahui sebuah merk tertentu  dalam suatu jenis produk yang disukai sehingga membutuhkan  informasi lebih banyak lagi sebelum memutuskan untuk membeli.     

  • Penyelesaian Masalah Ekstensi
        Pembelian yang sangat kompleks yaitu ketika  pembeli menjumpai jenis produk yang kurang dipahami dan tidak mengetahui kriteria penggunaannya. 
    
F. Proses Keputusan Beli Industrial    
  • Keputusan yang kompleks
  • Pembelian formal
  • Membangun hubungan jangka panjang
  • Adanya aspek intra organisasi, inter organisasi dan hubungan internasional

G. Pendekatan dalam pembelian industrial
  • Tingkat wewenang bagian pembelian
  • Struktur wewenang
  • Kebijakan pembelian 
  • Kriteria pembelian 
                     


SEGMENTASI PASAR



                                                                                 cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia

A.    SEGMENTASI PASAR

Segmentasi Pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

B.     KRITERIA SEGMENTASI
. Pembagian pasar ke dalam kelompok-kelompok konsumen homogen yang berbeda dikenal sebagai segmentasi pasar. Sgmentasi pasar ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan gabungan pemasaran untuk target pasar yang berbeda, sehingga dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Silakan untuk melihat slide presentasi mengenai Marketing Management.
Segmen pasar sebaiknya memenuhi kriteria berikut ini:
• Dapat diukur (measurable)
• Dapat diakses oleh saluran distribusi
• Memberikan respon yang berbeda terhadap marketing mix
• Bersifat stabil (tidak terlalu cepat berubah)
• Memiliki ukuran yang cukup besar supaya menguntungkan
Pasar dapat dibagi ke dalam berbagai basis, dan pasar industri dibagi secara   berbeda dari pasar konsumen, seperti yang digambarkan di bawah ini

Ø  Segmentasi Pasar Konsumen

Segmentasi untuk pasar retail (konsumer) dapat dipetakan menjadi sbb :
• Segmentasi geografis : segmenteasi berdasarkan pada variabel geografis seperti daerah, iklim, kepadatan penduduk, dan laju pertumbuhan penduduk.
• Segmentasi demografis berdasarkan pada variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, etnis, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan status keluarga.
• Segmentasi psikografis berdasarkan pada variabel-variabel seperti nilai, sikap, dan gaya hidup.
• Segmentasi behavioral berdasarkan pada variabel-variabel seperti laju dan pola penggunaan, sensitivitas harga, kesetiaan akan brand, dan benefit seeker.


Ø  Segmentasi Pasar Perusahaan
Sementara untuk pasar perusahaan (business segment), segmentasi dapat dibedakan dalam tipe berikut ini:
• Segmentasi geografis – berdasarkan pada variabel-variable regional seperti konsentrasi pelanggan, laju pertumbuhan industri regional, dan faktor ekonomi makro internasional.
• Jenis pelanggan - berdasarkan pada faktor-faktor seperti ukuran organisasi, industrinya, posisi dalam value chain dan lain-lain.
• Perilaku pembeli – berdasarkan pada faktor-faktor seperti kesetiaan terhadap produk, pola penggunaan, dan ukuran pesanan.

C.    PERSYARATAN SEGMENTASI PASAR YANG EFEKTIF
Untuk bisa memberi manfaat, segmentasi pasar harus mempunyai karakteristik berikut ini menurut Kotler, Bowen dan Makens.
a)      Dapat diukur   (measurable)

Sejauh mana ukuran dan daya beli segmen dapat diukur. Variabel segmentasi tertentu sulit diukur, seperti ukuran segmen remaja peminum minuman keras, terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
b)      Dapat dijangkau (accessable)

Apakah segmen itu dapat diakses dan dilayani secara efektif apabila memungkinkan adanya hambatan transportasi, luas wilayah, jarak atau karena perilaku masyarakat tertentu.

c)      Cukup besar ( substantial )

Sejauh mana segmen itu cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dilayani sebagai pasar. Sebuah segmen sebaiknya merupakan kelompok homogen yang secara ekonomi paling layak mendukung program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen itu. Sebagai contoh, areametropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis. Sebaliknya di kota kecil, restoran etnis tidak mungkin dapat bertahan.

d)     Dapat dibedakan ( differentiable)

Sejauh mana segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda. Jika wanita yang telah menikah dan belum menikah memberikan tanggapan yang sama atas penjualan parfum, berarti diantaranya bukanlah segmen yang terpisah.

e)       Dapat dilaksanakan ( actionable )

 Sejauh mana program yang efektif dapat didisain untuk menarik    melayani segmen – segmen tersebut.

f)       Memberikan keuntungan ( profitable )
     Segmentasi pasar bukanlah hal yang yang mudah. Apabila segmen-     segmen pasar yang telah terbentuk masing-masing atau sebagian besar tidak memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut, maka usaha ini tidak bermanfaat. Artinya hanyalah segmen-segmen yang memberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat.

D.    PENENTUAN PASAR SASARAN
Menetapkan sasaran adalah mengevaluasi dan membandingkan ok yang diidentifikasikan dan kemudian memilih satu atau beberapa diantaranya sebagai calon dengan potensi yang paling besar. Bauran pemasaran kemudian dirancang yang akan memberikan hasil terbaik dalam penjualan, selain itu menciptakan nilai maksimum bagi konsumen.

Dalam mengevaluasi segmen-segmen pasar yang berbeda, perusahaan harus menelaah tiga faktor :
·         Ukuran dan pertumbuhan segmen, meliputi data-data mengenai penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan penjualan dan margin laba yang diharapkan untuk berbagai segmen.



·         Kemenarikan struktural segmen, meliputi dampak pesaing yang ada dan potensial, daya relatif pembeli, daya tarik pemasok.
·         Sasaran dan sumber daya perusahaan yaitu berhubungan dengan sasaran jangka panjang perusahaan.
Setelah mengevaluasi berbagai segmen, perusahaan berharap akan menemukan satu atau lebih segmen pasar yang benar-benar bernilai untuk dimasuki. Mereka harus menetapkan segmen-segmen yang mana dan berapa banyak akan dilayani. Ini adalah masalah pemilihan pasar sasaran

E.     HUBUNGAN PENETAPAN SASARAN PASAR DENGAN SEGMENTASI PASAR
Setiap perusahaan pada saat awal memproduksi barang selalu dalam jumlah yang terbatas dan untuk pasar yang terbatas pula dengan maksud guna menjajaki pasar. Disamping itu adanya selera pasar yang tumbuh dan berkembang memungkinkan persepsi produsen dan persepsi konsumen menjadi tidak sejalan. Oleh sebab itu guna menghindari resiko kerugian, perusahaan selalu memperhitungnya volume produksinya. Namun manakala produknya ternyata dapat menembus hiruk pikuknya pasar karena mampu bersaing dan disukai pasar, maka strategi perusahaan selanjutnya adalah melakukan kegiatan yang serba massal, yakni produksi massal, distribusi massal dan komunikasi massal pula. Dalam perkembangannya pasar konsumen yang semula dilayani terbatas, menjadi lebih luas serta heterogen sifatnya dan perusahaan rasanya tidak mungkin untuk dapat melayani seluruh konsumen yang sifatnya sangat heterogen tersebut. Dalam hal ini perusahaan mencoba mencari cari kelompok konsumen tertentu yang akan dijadikan pasarnya. Langkah ini adalah awal dari kegiatan segmentasi pasar.

Selanjutnya guna menghadapi persaingan, barang yang dijual tersebut dibuat sedikit berbeda dengan yang sudah ada misalnya model, rasa, kualitas, dan sebagainya. Jadi hanya sebatas variasi produk. Hal ini dikenal dengan mana product differentiation. Kegiatan ini bukanlah segmentasi pasar.


F.     PENENTUAN POSISI PRODUK
Penentuan posisi (positioning) menurut manfaat adalah memposisikan produk sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.  Manfaat mencakup manfat simbolis, manfaat fungsional dan manfaat berdasarkan pengalaman. Penentuan posisi yang sukses membutuhkan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian pada salah satu kebutuhan pelanggan, baik simbolis, fungsional maupun eksperimental.

G.    STRATEGI PENENTUAN POSISI PRODUK
Segmentasi dan posisi dalam keberadaannya mempunyai hubungan reciprocal. Sekali segmen ditetapkan secara jelas, maka posisi pun kelihatan.Akan tetapi, penentuan kembali posisi secara jelas juga mampu menghadirkan segmen. Dengan demikian, mana yang mesti terlebih dahulu dilakukan adalah layak kita menyerahkannya pada kemerdekaan individu bisnis.Total aktifitas segmentasi terdiri dari identifikasi dan analisis segmen, penetapan segmen, rancangan serta implementasi strategi penentuan posisi. Segmen tidak begitu serta merta ada tanpa aktifitas identifikasi dan analisis. Hasilnya, berdasarkan sudut pandang kuantitas tampil dalam tiga bentuk pilihan, yaitu: segmen satu, segmen double, dan segmen multiple.Segmen satu menempatkan bisnis berhadapan dengan sebuah kelompok konsumen. Penggandaan kelompok konsumen terjadi manakala hadir fleksibilitas strategi penentuan posisi untuk segmen satu. Sedangkan segmen multiple dimaksudkan untuk bisnis yang berhadapan dengan semua kelompok dalam pasar dengan tujuan mendominasi posisi pasar. Kematangan pasar, penyebaran konsumen, posisi di pasar, struktur dan intensitas persaingan, sumber daya dan kemampuan bisnis, perhatian terhadap efisiensi ekonomi dalam keberadaannya sebenarnya mempengaruhi penentuan bentuk segmen. Enam unsur penentu segmen tersebut, bergerak berbanding lurus dengan sistematis pergerakan dari segmen satu ke segmen multiple.

Sumber : www.google.com




Sabtu, 24 Desember 2011

TULISAN 8 IBD


Nama : Siti Nadillah Salasa
NPM  : 16211817
Kelas  : 1EA17

IMPIANKU HARAPANKU

          Didalam kehidupan seseorang yang berjalan sangat jauh yang sulit untuk menembus batas. Pastinya semua akan selalu berusaha untuk menggapai sesuatu yang dia anggap sebagai impian dan harapan. Dan menggapai impian dan harapan memang tidaklah mudah. Karena ada kesulitan diperjalanan sebuah mimpi yang akan kita temui. Banyak impian yang sulit dicapai, tetapi dibalik itu kita ingin sekali impian kita menjadi nyata. Seharusnya jika kita ingin menggapai impian dan harapan tersebut kita harus berusaha untuk mendapatkan impian dan harapan itu.
            Yang akan saya ceritakan disebuah kertas ini adalah tentang impian dan harapan saya selama saya menjalani perjalanan hidup yang ada kalanya selalu hadir sebuah kepedihan dan kebahagian. Disini saya sangat menginginkan impian saya adalah menjad seseorang yang sukses dengan hasil jerih payah saya sendiri dan dapat membahagiakan semua orang yang saya sayangi.
            Harapanku untuk ditahun-tahun kedepannya adalah bisa menjadi pribadi yang dan dapat berbagai kebahagian dengan sesama manusia, walaupun saya diposisi yang kurang baikpun. Agar kita bisa menjalani tali persaudaraan yang indah dan diinginkan semua orang. Karena didalam kehidupan seseorang pastinya mereka punya impian dah harapan yang tidak lain adalah menjadi orang yang sukses, orang yang berguna, dan menjadi pribadi yang bisa membahagiakan orang lain.
            Mungkin sekarang saya belum bisa merasakan dan mendapatkan impian dan harapan saya, karena saya masih dalam perjalanan kehidupan yang sangat panjang. Begitu banyak kesulitan yang saya temui dalam hidup ini. Begitu banyak duka yang selalu saya lewati. Tetapi, saya sadar bahwa dibalik kesulitan dan duka tersebut saya akan mencapai hasil yang memuaskan bagi hidup saya.
            Karena hidup tidak akan selamanya memiliki keindahan. Dan mungkin hidup itu pasti penuh dengan batu-batu penghalang yang membuat kita menyerah dalam melakukan sesuatu hal. Dilihat dari segi kesulitan yang dihalangi oleh bebatuan penghalang yang besar bukan berarti kita menyerah melainkan dimana kita harus berbuat dan berfikir bagaimana kita menyingkirkan batu penghalang yang besar itu. Semakin kita bekerja keras dan terus berfikir pastinya kita akan mendapatkan cara untuk menyingkirkan batu penghalang itu dan kita akan meraih impian dan harapan yang baik dan indah. Salah satu kuncinya untuk meraih dan mendapatkan impian dan harapan adalah harus percaya kepada diri kita sendiri bahwa kita bisa, terus berusaha, dan selalu berfikir positif.
           

Jumat, 23 Desember 2011

TULISAN 7 IBD

 Nama : Siti Nadillah Salasa
 NPM  : 16211817
 Kelas  : 1EA17


GELISAH

Kehidupan yang semakin gelap
Kehidupan yang tidak menemukan titik temu
Kehidupan yang berada didua sisi
Kehidupan yang bergejolak
Kehidupan yang tidak datar

Rasa takut yang selalu menghampiri
Rasa gelisah yang selalu mendatangi
Rasa sakit yang tidak kunjung usai
Membuatku ,,
Berharap hanya kepada tuhan
Yang memberikanku sebuah sinar terang dikehidupan

Tolong jauhkan aku dari rasa takut ini
Tolong jauhkan aku dari rasa gelisah ini
Tolong jauhkan aku dari rasa sakit ini
Hanya secercah sinar terang itu
Yang membawaku kepada dunia yang sesungguhnya
Sinar terang yang membawaku menuju kebahagiaan
Dan ,,
Sinar terang yang membawaku melangkah ke alan penuh cinta
Sinar terang yang merubah segalanya menjadi berarti dan indah